Sunday, January 29, 2012
Mahasiswa
Mahasiswa.
Apa yang tergambar di pikiran sana saat kau mendengarnya?
Mungkin ruangan kuliah dengan kursi berundak, terfokus pada dua atau tiga papan tulis di bagian tengah. Mungkin mereka tertidur lelap disana? Mungkin ada proyektor juga. Mungkin kau bayangkan dosennya juga.
Atau mungkin serombongan pemuda dengan ransel di punggung, berjalan di koridor gedung.
Atau mungkin terbayang suatu event. Mereka berkeliaran kesana-kemari dengan nametag di dada. Panitia, tulisannya.
Atau mungkin mereka sedang di kompetisi nasional? Mungkin sedang mempresentasikan sesuatu.
Atau malah yang sedang duduk-duduk cantik di kafe, hipster-mocking sambil liatin display picturenya, ngegosip sana sini, haus perhatian dan peng-aku-an.
Tapi berapa banyak yang membayangkannya sebagai pemuda/pemudi yang berjalan kaki di permukiman, menyapa tukang gorengan depan kosan, sarapan bubur ayam sambil berbincang dengan penjualnya di pagi hari, meskipun sekadar bahas cuaca terkini. Berapa banyak yang membayangkannya sebagai pemuda/pemudi harapan bangsa, belajar tekun dan giat, terlibat aktif dalam pembentukan solusi bangsa, mengenali masalah-masalah bangsa terkini, membuat karya bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan sekitar, bukan untuk ajang keeksisan lembaga semata. Berapa banyak yang membayangkannya mengajar anak-anak, membantu menuntun mereka, memberi inspirasi, menjadi contoh yang baik deh seenggaknya.
Terlalu angelic mungkin ya? Tapi coba pikirkan.
Mahasiswa di Indonesia tidak banyak. Siapa yang bisa bawa bangsa ini maju kalau bukan orang berpendidikan? Siapa yang berpendidikan? Apa jadinya kalau yang berpendidikan ini malah bermalasan semua? Indonesia butuh kita.
Seenggaknya sepengen-pengennya elo minggat dari ini Negara, berikan dulu sesuatu.
"ketika lulus mereka serta merta mendatangi kapitalis asing dengan menggunakan baju terbaiknya, lengkap dengan jas, rambut tersisir rapi, sepatu mengkilap dan justru mengemis: 'budak-i aku, bantu aku rampas kekayaan negeriku'. tidakkah ada rasa malu?"
"kejadian demo hari itu, bikin kalian panas kan? dengan cepat status di jejaring sosial menjamur, mengelak tuduhan. ya memang, tidak semua itu benar. tapi jadi terpikir oleh saya, bagaimana kalau yang mendemo bukanlah sesama mahasiswa, tapi adalah buruh, adalah rakyat, menuntut kita bergerak. karena menurut mereka kita sudah terlalu lama diam. apa yang berani kalian tulis di jejaring sosial?"
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment